Pahami Brief Untuk Menang

0
2342

Apa itu Design Brief?. Menurut penjelasan dari blog 99designs, design brief adalah informasi tentang logo yang akan dibuat oleh CH (penjelasan lengkap bisa baca di sini). Jadi penting bagi kita sebagai desainer untuk selalu membaca dan memahami brief dari CH. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan kita untuk memenangkan sebuah kontes. (Baca juga: Tips Mengikuti Kontes untuk Pemula)

Secara umum dalam sebuah design brief di 99designs terbagi menjadi 4 bagian,

  1. Informasi Dasar
  2. Gaya Visual
  3. Referensi
  4. Lain-lain

Mari kita coba kupas satu persatu untuk tiap bagian design brief.

1. Informasi Dasar (Background Information)

Informasi dasar berupa (1) Nama Perusahaan/Produk yang akan didesainkan logonya, (2) Slogan/tagline yang dipakai (terkadang tidak dipakai), (3) Deskripsi/gambaran umum dari Perusahaan/Produk dan target konsumennya, (4) Jenis/Bidang Industri.

Deskripsi umum dari perusahaan/produk berguna untuk menentukan bagaimana kita sebagai desainer akan memvisualisasikan brand/nilai dari perusahaan/produk. Sedangkan jenis/bidang industri untuk melihat logo dari kompetitor yang bergerak di bidang yang sama. Perlu riset khusus tentang logo dalam jenis/bidang industri ini untuk menghindari/meminimalisir potensi hasil desain kita dicap plagiasi atau masuk ke dalam kategori generic logo.

2. Gaya Visual (Visual Style)

Setiap perusahaan/produk memiliki keunikan brand/nilai sendiri-sendiri, sehingga gaya visualnya juga akan berbeda satu dengan yang lain. Pada bagian ini, CH akan memberikan pilihan warna yang harus digunakan dalam logo (terkadang pilihan warna dibebaskan ke pilihan desainer). Selain itu, CH juga memberikan panduan atribut gaya visual yang digunakan dalam logo perusahaan/produknya. Atribut gaya visual ini terdiri dari 7 jenis.

  • Modern vs Classic

Desain modern mengikuti apa yang lagi trend saat ini, sehingga lebih bersifat kontemporer. Sering-sering mengikuti perubahan tren desain setiap tahun untuk mengetahui desain modern seperti apa. Sedangkan desain classic sesuai dengan namanya berarti desain merujuk sesuatu yang “kuno” dan elegan. Sebagian besar berasal dari coretan manual menggunakan tangan. Berbanding terbalik dengan desain modern yang bersifat kontemporer, desain classic lebih bertahan lama dan mencirikan sesuatu yang abadi selama bertahun-tahun.

  • Young vs Mature

Sesuai dengan istilahnya, young berarti logo yang kekinian dan membawa semangat jiwa muda yang optimis dan ceria. Mature di sini bermaksud menyasar konsumen dewasa yang tidak ingin neko-neko. Biasanya logo dengan style mature akan bertahan lebih lama, sedangkan style young cenderung lebih cepat berganti sesuai dengan tren yang sedang terjadi di tahun berjalan.

  • Feminine vs Masculine

Feminine/feminim cenderung menggunakan garis-garis melengkung dan menggunakan palette warna lembut, target utamanya adalah wanita. Jenis font untuk tipe feminine biasanya terlihat halus, melengkung, mengalir dan cenderung tipis. Sebaliknya, Masculine menggunakan bentuk yang tegas dan menonjolkan sifat kepemimpinan. Warna yang digunakan cenderung gelap dan tebal, karena target utamanya adalah pria. Font yang digunakan memiliki garis yang tebal dan tegas.

  • Playful vs Serious (Sophisticated)

Playful desain artinya desain yang akan terlihat menyenangkan, energik, dan menyampaikan optimisme serta masuk ke semua kalangan. Desain playful biasanya memiliki warna yang mencolok dan bersemangat. Sebaliknya, serious berarti desain yang serius dan “kaku”. Selain itu, desain dengan sifat style ini ingin menunjukkan kemapanan dan kesempurnaan, sering ditemui dalam desain-desain bidang industri.

  • Luxury vs Economical

Luxury berarti mewah. Artinya hasil design haruslah mencerminkan kemewahan ketika dilihat orang lain. Target pasar dari klien jelas orang yang berpenghasilan lebih di atas rata-rata. Sebaliknya, economical berarti lebih terbuka ke siapa saja, lebih bersifat casual, dan cocok di semua kalangan.

  • Organic vs Geometric

Desain organic bercirikan garis-garis yang “mengalir”, ujung halus dan sering disengaja tidak sempurna untuk menunjukkan perubahan. Ketidaksempurnaan ini merujuk dari sifat organik itu sendiri, dimana identik dengan makhluk hidup. Sedangkan desain geometric adalah desain yang mengikuti aturan-aturan geometrik seperti lingkaran, segi empat, segi tiga, dsb. Desain dengan style organic digunakan untuk mencerminkan presisi, akurasi dan keteraturan.

  • Abstract vs Literal

Abstract design mempunyai nilai/arti yang tersirat. Desain abstrak biasanya mempunyai konsep yang kuat untuk menunjukkan value dari perusahaan/brand. Biasanya digunakan oleh perusahaan/brand dengan produk/layanan yang bervariasi. Sebaliknya, Literal design memiliki nilai/arti yang tersurat. Artinya ketika melihat desain dengan style literal, kita akan langsung mengetahui layanan/produk yang ditawarkan. Hal ini sangat efektif untuk perusahaan/brand dengan 1 jenis produk/layanan sehingga konsumen akan langsung mengetahui maksud/arti dari desain itu.

Secara sederhana perbedaan dari 7 visual style dapat dilihat dari gambar berikut:

Selain atribut style, dalam bagian visual style juga diberikan pilihan warna yang ingin CH gunakan dalam desainnya. Terdapat 2 tipe CH dalam pemilihan warna, Tipe pertama adalah CH yang secara pasti memilih warna yang harus diikuti oleh setiap desainer dalam proses desain, sehingga kita sebagai desainer hanya perlu mengikutinya saja. Tipe yang kedua adalah CH yang memberikan kebebasan kepada desainer untuk memilih warna yang akan dipakai. Nah, untuk tipe CH yang satu ini kita memerlukan riset untuk memilih warna dan perlu menjelaskan alasan kenapa kita memilih warna tersebut.

Bagian terakhir dari visual style adalah design inspiration. Sesuai dengan namanya, di bagian ini akan ditunjukkan beberapa pilihan inspirasi desain oleh CH. Walaupun tidak jarang hasil desain yang diinginkan CH (desain pemenang) jauh berbeda dengan inspirasi desain yang dipilih di Brief.

3. Referensi

Referensi berisi penjelasan-penjelasan lain di luar brief yang telah disampaikan di atas. Biasanya referensi berisi fil-file pelengkap dari brief, selain itu juga berisi contoh-contoh desain lain yang disukai oleh CH di luar design inspiration. Hal itu karen dalam design inspiration hanya berisi contoh desain yang berasal dari 99designs.

Ketika CH memberikan file-file referensi lain dalam brief, penting untuk kita sebagai desainer untuk membaca dan memahaminya. Karena sekali lagi, 99designs ingin melihat keseriusan kita sebagai desainer bukan hanya memberikan desain yang generic/umum kepada CH.

4. Lain-lain

Pada bagian ini biasanya berisi catatan atau instruksi tambahan dari CH. Dan biasanya sering kosong alias tidak diisi oleh CH.

————-

Itulah sedikit penjelasan tentang brief yang ada di 99designs. Sekali lagi saya tekankan bahwa penting sekali untuk membaca dan memahami brief yang disediakan oleh CH. Selain untuk memahami instruksi dari CH, membaca brief dapat memberikan gambaran kepada kita bagaimana cara kita “merayu” saat kita melakukan submit dan memberikan deskripsi tentang desain yang kita hasilkan.

Semoga tulisan di atas dapat membantu temen-temen semua. Bagi yang punya pengalaman dan ingin berbagi atau bagi temen-temen yang ada pertanyaan seputar brief di 99designs, bisa memasukkan komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Tinggalkan Pesan

Berikan komentar
Nama Anda